Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Melalui Pelatihan Microsoft Office

PEMALANG – Memiliki dan menguasai ilmu bidang informasi dan teknologi (IT) merupakan sebuah kebutuhan dalam menghadapi era globalisasi ini. Tidak kurangnya dalam bidang pemerintahan. Pembuatan arsip atau dokumen yang dulunya menggunakan mesin ketik, sekarang menggunakan komputer yang lebih praktis dan efisien. Adapun pembuatan dokumen ini menggunakan aplikasi Microsoft Office, di antaranya yang menjadi fokus dan sering digunakan adalah Microsoft Word dan Microsoft Excel.  Dinamika situasi tersebut tidak hanya berlaku untuk pemerintahan di wilayah kota saja, tapi juga berlaku di wilayah desa dalam rangka mengikuti perubahan zaman yang semakin cepat.  Untuk Desa Payung yang menjadi salah satu sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I tahun 2016-2017, memiliki situasi yang cukup “unik” dalam pandangan penulis

Dari pengamatan di lapangan dan wawancara yang dilakukan oleh tim KKN dengan perangkat Desa Payung, diketahui bahwa sebagian besar perangkat desa mempelajari  cara penggunaan komputer (termasuk Microsoft Office) secara otodidak.  Ditambah,  dari delapan perangkat desa yang ada, terdapat dua di antara mereka yang masih awam dengan komputer.  Berangkat dari permasalahan di atas, Tim I KKN Desa Payung menyelenggarakan sebuah kegiatan pelatihan yang bertempat di Balai Desa Payung pada hari Selasa, 24 Januari 2017 dan Jum’at, 27 Januari 2017. Pelatihan ini berfokus pada cara menggunakan dan mengoperasikan Microsoft Word dan Microsoft Excel pada tingkat dasar dan menengah, yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam lingkup pemerintahan desa.

Pada hari pertama, pelatihan membahas seputar Microsoft Word. Materi yang dibahas adalah pengenalan lembar kerja, efek font, perataan paragraf, dan pembuatan tabel. Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.40  WIB hingga pukul 12.00 WIB yang diakhiri dengan berfoto bersama perangkat desa.

Pada hari kedua, pelatihan membahas seputar Microsoft Excel, dengan materi yang meliputi operator aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian; penggunaan fitur AutoSum, AutoCalculate, dan AutoFill, serta pembuatan batas garis pada tabel. Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB atau sebelum waktu ibadah salat Jum’at.

Antusias para perangkat desa selama pelatihan, menurut penulis, dinilai cukup tinggi.  Salah satu perangkat desa, yaitu Bapak Suyatno, mengatakan bahwa pada saat pelatihan itulah beliau pertama kali belajar mengoperasikan komputer.

Penulis berharap,  pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi Bapak dan Ibu perangkat Desa Payung.  Selain itu,  dalam rangka mendukung salah satu misi Desa Payung yaitu “meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang penguasaan Teknologi dan Informasi” penulis berharap supaya lebih banyak diadakan  kegiatan pelatihan/pengenalan seputar pengenalan komputer yang ditujukan untuk warga Desa Payung.

Pengenalan Pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Pada Usia Dini Di SDN 02 Payung

Penjelasan langkah cuci tangan dengan sabun menggunakan metode video

PEMALANG – Desa Payung memiliki jumlah anak bersekolah SD cukup banyak tetapi kesadaran dan pengetahuan mereka untuk melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) masih sangat kurang. Untuk menangani hal tersebut, Tim I KKN (Kuliah Kerja Nyata) Undip Desa Payung Kecamatan Bodeh mengadakan program “Aku sehat, sekolahku sehat, prestasiku meningkat”.

Program ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Januari 2017.  Peserta kegiatan ini terdiri dari seluruh kelas 4 dan 5 SDN 02 Payung. Pengenalan PHBS untuk usia dini terdapat 5 sub bahasan penting yaitu; cuci tangan menggunakan sabun, kesehatan gigi, membuang sampah pada tempatnya, dilarang jajan sembarangan, dan rajin berolahraga. Para peserta sangat antusias, karena tidak hanya mendengarkan pemaparan materi akan tetapi terdapat pula simulasi dan video animasi dari masing-masing sub yang akan mudah untuk dipraktikkan dan diingat.

Generasi Muda Bebas Narkoba Melalui Program Kader Pemuda Desa Anti Narkoba

Gambar 1. Tim I KKN UNDIP bersama dengan Karang Taruna Desa Payung, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

Jum’at, 3 Februari 2017. Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) I Reguler Universitas Diponegoro di Desa Payung, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang telah melaksanakan salah satu program monodisiplin di minggu ketiga kami melaksanakan KKN. Kegiatan kami ini melibatkan salah satu kelompok yang wajib ikut serta dalam pembangunan desa yaitu Karang Taruna. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Payung pada pukul 19.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB.

Dalam kegiatan kali ini, para mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang dikoordinir oleh Ardillah Fauziyyah Dewi (Departemen Hubungan Internasional 2013) dan Rio Dwi Rezekiana Putra (Ilmu Hukum 2013) sebagai perancang dua program monodisiplin yang dilaksanakan pada satu waktu dan kami fokuskan kepada Karang Taruna Desa Payung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sendiri berjumlah 33 orang yang terdiri dari pengurus Karang Taruna serta Pemuda dan Pemudi Desa Payung yang rata – rata terdiri dari remaja, siswa SMP, siswa SMA dan yang sudah bekerja. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, yang pertama adalah sesi mengenai wajib belajar 12 tahun yang diisi oleh Rio Dwi Rezekiana Putra yang menjadi pembuka dari acara kami. Selanjutnya sesi kedua diisi oleh Ardillah Fauziyyah Dewi dengan program “Generasi Muda Bebas Narkoba melalui Program Kader Pemuda Desa Anti Narkoba”.

Gambar 2. Penyampaian materi Generasi Bebas Narkoba melalui sesi interaktif

Tujuan dari diadakannya program ini bukan karena di Desa Payung terdapat pengguna narkoba, tetapi lebih bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan mengenai bahaya narkoba karena Indonesia sebagai negara yang terkena dampak dari adanya Golden Triangle atau Segitiga Emas negara penghasil opium terbesar di Asia Tenggara yaitu Thailand, Laos dan Kamboja. Setela diberikan materi, diberikan pula film dokumenter singkat mengenai bahaya narkoba dan ditutup dengan sesi sharing mengenai pengaktifan kembali Karang Taruna di Desa Payung.

Gambar 3. Pembentukan Kader Pemuda Anti Narkoba bersama Karang Taruna Desa Payung, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang


Dengan adanya program Kader Pemuda Desa Anti Narkoba, diharapkan dapat membantu sedikit dalam pengaktifan kembali kegiatan Karang Taruna di Desa Payung dan menjadi ajang tempat berkumpul serta berdiskusi lebih akrab dengan Pemuda Pemudi Desa Payung. Diharapkan dengan adanya program ini, menjadi awal langkah kami untuk bersentuhan langsung dengan Karang Taruna dan menjadi salah satu pelopor pengaktifan kembali struktur Karang Taruna yang telah lama terbentuk tetapi sangat jarang dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan desa. Diharapkan pula dengan adanya kegiatan ini, menjadi awal langkah kami bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Payung, sehingga walaupun kegiatan KKN kami telah selesai nantinya, diharapkan Karang Taruna Desa Payung dapat lebih aktif melaksanakan kegiatan untuk menunjang kemajuan Desa Payung.

Pembuatan Kompos dengan Memanfaatkan Limbah Organik Desa Payung Kecamatan Bodeh

Penjelasan langkah kerja pembuatan kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering

PEMALANG – Desa Payung memiliki sampah hijau yang melimpah tetapi kesadaran masyarakat sangat kurang untuk memanfaatkan sampah tersebut. Sampah hijau yang berupa daun-daun pepohonan dan tanaman sisa pertanian hanya dibakar oleh warga. Pembakaran sampah dapat menambah polusi udara di lingkungan desa. Untuk menangani hal tersebut, Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) I Reguler Universitas Diponegoro Desa Payung Kecamatan Bodeh mengadakan program pembuatan kompos.

Program ini diadakan pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2017 pukul 15.30 WIB di salah satu rumah anggota PKK Desa Payung. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu anggota PKK dan anggota Pengajian Fatayat. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan langkah kerja pembuatan kompos yang memerlukan daun-daun kering, ember, trashbag, gula pasir, dan EM-4. Sebagian besar ibu-ibu PKK mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan telah menambah pengetahuan beliau.

Lansia Desa Payung ikuti Liga Hipertensi

Pengukuran Tekanan Darah pada Kelompok Pengajian Muslimat

Senam Anti Hipertensi Lansia Kelompok Pengajian Muslimat

Jum’at, 21 Januari 2017 Tim KKN I Reguler Desa Payung Bodeh- Pemalang menjalankan salah satu program monodisiplin di Aula Balai Desa Payung dengan Lansia Kelompok Pengajian Musimat berjumlah 20 lansia berupa senam anti hipertensi. Kegiatan ini adalah serangkaian kegiatan Liga (Kenali dan Cegah) Hipertensi yang merupakan program monodisiplin yang dirancang oleh mahasiswa keperawatan atas dasar data dari bidan desa dan warga yang diperoleh saat survei mengenai perlunya kegiatan mengenai hipertensi pada lansia, karena sempat terjadi kasus hipertensi.

Serangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari Jumat 20 Januari 2017 dirumah salah satu anggota pengajian dengan sharing dan diskusi mengenai pengertian penyebab tanda dan gejala hipertensi, cek tekanan darah. Peserta kooperatif, dan semangat saat ditawari senam anti hipertensi bersama. Peserta bersepakat untuk senam anti hipertensi bersama pada Sabtu, 21 Januari 2017 ba’da ashar.

Senam anti hipertensi dilaksanakan pukul 16.10 WIB hingga 16.30 WIB. Peserta meminta agar senam anti hipertensi dilakukan kembali. Kesepakatan kegiatan akan dilaksanakan 2 kali seminggu, Rabu dan Sabtu sore. Melalui kegiatan ini, harapannya lansia memiliki semangat untuk pencehagan dan penanganan hipertensi.

Upaya Peningkatan Usaha Kesehatan Sekolah oleh KAMUS

Simulasi penanganan pingsan saat upacara

Kamis, 19 Januari 2017. Tim KKN I Reguler Desa Payung Bodeh- Pemalang menjalankan salah satu program monodisiplin di SDN 02 Payung. Letak sekolah tersebut di Dukuh Kali Lanang, berjarak 3 KM dengan keadaan jalan yang cukup mengesankan. Kondisi jalan yang penuh lumpur setelah hujan, aspal telah habis terkelupas. Seminggu sebelum mengadakaan program, tim telah berkoordinasi dan mengurus perizinan ke pihak sekolah. Kepala Sekolah dan segenap guru menerima dengan kooperatif usulan program dari kami.

P3KK oleh KAMUS (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan oleh Kader Mungil Usia SD). Kegiatan ini merupakan program monodisiplin yang dirancang oleh mahasiswa keperawatan. Peserta berjumlah 48 siswa terdiri dari kelas 3, 4 dan 5 belajar bersama mengenai penangan pada kecelakaan kecil seperti mimisan, pingsan saat upacara, luka gores dan bengkak. Selain pemaparan mengenai materi, juga dilakukan simulasi serta game. Game tersebut berupa diskusi, dimana 1 mahasiswa masuk ke kelompok- kelompok kecil yang berjumlah 5-6 siswa, kemudian setiap siswa mendapat 1 kertas berupa pertanyaan mengenai pertolongan pertama serta siswa wajib menjawab pertanyaan tersebut dengan menyampaikan ke teman- teman yang lain didalam kelompok. Sebelum kegiatan diskusi pemaparan materi dilakukan, peserta dilempari pertanyaan mengenai UKS ( Kepanjangan UKS, serta fungsi) serta cara penanganan mimisan, pingsan, luka gores dan bengkak. Sebagian besar dari mereka tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, padahal dibagian depan sekolah terdapat palang UKS. Penanganan mimisan sebagian mereka menjawab dengan memakai daun sirih untuk menghentikan perdarahan, kompres dengan abu hangat untuk menangani bengkak, dsb.

Melalui kegiatan ini, diharapkan teman- teman SDN 02 Payung berani mengemukaan pendapat dan dapat mengaplikasikan cara penanganan kecelakaan kecil seperti mimisan, pingsan saat upacara, luka gores dan bengkak dalam kehidupan sehari- hari. Kegiatan ditutup setelah game, kemudian penyerahan hadiah bagi peserta yang aktif dan mampu memberikan pendapatnya didalam forum.

Peningkatan Wawasan Dunia dan Indonesia melalui Program “Kenali Dunia dan Cintai Indonesia”

Gambar 1. Siswa kelas IV dan V menampilkan hasil gambar bendera negara anggota ASEAN

Sabtu, 21 Januari 2017. Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) I Reguler Universitas Diponegoro di Desa Payung, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang telah melaksanakan salah satu program monodisiplin di SD Negeri 01 Payung. Setelah melaksanakan kegiatan belajar, siswa SD Negeri 01 Payung menyambut kedatangan kita sebagai mahasiswa KKN dengan bersorak “Halo Kakak – kakak KKN!”, yang sangat membuat kami selalu tersenyum setiap harinya.

Dalam kunjungan hari ini, para mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang dikoordinir oleh Ardillah Fauziyyah Dewi (Departemen Hubungan Internasional 2013) sebagai perancang program monodisiplin, memberikan sedikit variasi terhadap pembelajaran di SD Negeri 01 Payung. Peserta dari kegiatan ini sendiri berjumlah 56 siswa yang terdiri atas siswa kelas IV dan kelas V yang dijadikan ke dalam satu kelas. Kegiatan terbagi ke dalam dua sesi, yang pertama adalah sesi mengenai wawasan dunia. Di dalam sesi materi wawasan dunia, anak – anak diberikan materi yang menyenangkan tentang banyak negara di dunia. Kemudian, anak – anak diberikan sesi interaktif, tebak – tebakan mengenai ikon yang ada di negara – negara besar seperti Patung Liberty di Amerika Serikat dan Menara Eiffel di Paris. Dalam sesi ini juga diberikan pengetahuan mengenai negara – negara di Asia Tenggara terutama Indonesia. Untuk itu, di sesi kedua, anak – anak diberikan wawasan mengenai Indonesia dan orang – orang Indonesia yang berprestasi di dunia internasional dan keindahan yang ada di Indonesia. Pada hasilnya, anak – anak dibagi ke dalam 10 kelompok dan menggambar bendera negara – negara ASEAN dengan pendampingan kami. Anak – anak terlihat sangat antusias dan senang ketika menggambar bendera karena mereka mendapatkan pengetahuan baru. Dan kegiatan ini ditutup dengan penampilan dari kami yaitu Musikalisasi Puisi dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Tanah Airku dengan diiringi gitar.

Gambar 2. Mahasiswa KKN mendampingi Siswa kelas IV dan V dalam kegiatan menggambar bendera negara anggota ASEAN

Tujuan dari diadakannya program ini adalah membuat anak – anak memahami dan mengerti mengenai wawasan yang ada di dunia, dan memberikan banyak informasi yang menarik mengenai Indonesia, sehingga akan berdampak kepada lebih mencintai negara sendiri yaitu Indonesia. Karena, sebelum merancang program ini, terdapat masalah adanya kekurangan variasi dalam mata pelajaran sehingga dari pihak sekolah sangat mengharapkan adanya pembantuan dalam meningkatkan pengetahuan mengetahui wawasan dunia. Hal ini tentunya akan memperkenalkan hal – hal positif dan dapat turut serta mengembangkan negara kita sendiri yaitu Indonesia. Acara ini juga sangat disambut positif oleh para guru dan semua siswa yang terlibat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat berlanjut dan turut serta membangun dunia pendidikan di SD Negeri 1 Payung.

Belajar Menulis Berita Online

BejoNews.com – Pusat Pelayanan Informasi Desa (Puspindes) menggelar pemberian informasi manajemen konten website, Kamis 22 Desember 2016, Pkl. 08.00-12.00 WIB, di Gedung Puspindes Pemalang, pemberian informasi ini untuk perwakilan anggota kpmd khususnya praktisi IT yang biasanya menjadi pengelola website desa.

“Pemberian informasi ini digelar karena banyak website desa yang kurang update, isinya juga kurang menarik, Tampilan konten atau postingnya juga banyak yang tidak sesuai dengan gaya penulisan online.”

Dijelaskan, anggota kpmd akan diberikan wawasan dan keterampilan tentang gaya penulisan online (online writing style), teknik menulis berita, dan bahasa jurnalistik. Pematerinya dari kalangan praktisi relawan TIK Pemalang.

“Dalam pemberian ini juga akan dibahas soal blogging dan cara mengengelola blog supaya menarik, banyak pengunjung, dan bisa menghasilkan uang, seraya menambahkan, peminat penerima informasi bisa membaca informasi website desa.